Bencana Alam dan Cara Menanganinya


Banjir
Banjir hanyalah salah satu dari sekian banyak bencana alam yang sering terjadi. Banjir itu sendiri berarti meluapnya air sungai ke daerah-daerah yang dilalui aliran sungai. Keadaan ini tercipta karena daya tampung air sungai tidak mencukupi dengan volume air yang ada. Seperti kita ketahui bahwa salah satu sifat air adalah mencari tempat yang rendah, maka aliran sungai yang banjir akan menggenangi daerah yang dilaluinya. Banjir lebih disebabkan karena ulah manusia itu sendiri yang tidak menjaga lingkungannya.

Banjir di Jakarta

Banjir sering terjadi terutama pada musim hujan dengan intensitas yang sering dan lebat. Daerah yang menjadi langganan banjir terutama pada daerah sekitar arus sungai. Namun daerah yang jauh dari sungai pun kadang terkena musibah banjir juga jika curah hujan yang datang terus menerus dan sungai tidak lagi sanggup menampung banyaknya air hujan.

Bencana banjir yang datang tentu tidak kita harapkan, namun saat musibah banjir menimpa kita, tentu kita tidak bisa hanya berdiam diri saja dan pasrah menghadapinya. Ada banyak cara untuk menghadapi banjir tersebut, Di antaranya yaitu:
  1. Selamatkan barang-barang berharga
  2. Selamatkan orang-orang yang kita sayangi setelah itu jika memungkinkan tolong juga orang-orang di sekitar tempat tinggal kita
  3. Pindahkan barang-barang penting seperti barang elektronik, tempat tidur, dan alat rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi, misalnya lantai dua rumah atau loteng.
  4. Jika kita tidak memiliki loteng maka bawalah pergi barang-barang penting seperti selimut, uang, perhiasan, dan bahan makanan sebisanya.
Mencegah Banjir
Ada ungkapan lebih baik mencegah daripada mengobati. Itu merupakan ungkapan yang bijaksana mengingat upaya pencegahan lebih mudah dilakukan daripada mengobati itu sendiri. Hal ini pun bisa kita terapkan dalam hal pencegahan banjir. Ada beberapa upaya untuk mencegah terjadinya banjir, yaitu:
  1. Membuang sampah pada tempatnya
  2. Membersihkan saluran air di sekitar rumah kita
  3. Mengadakan kerja bakti untuk membersihkan seluruh saluran air di desa kita
  4. Mengadakan bakti sosial untuk membersihkan sungai-sungai
  5. Menanam pohon-pohon untuk membantu menyerap air hujan
  6. Menyediakan lahan berupa tanah untuk penyerapan air di kala hujan, dengan kata lain tidak menembok seluruh lahan di sekitar rumah, sebagian lagi dibiarkan berupa tanah.
  7. Membuat sumur-sumur resapan untuk menampung air hujan.

Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang terjadi karena proses alam dan bukan disebabkan karena tangan manusia. Berdasarkan penyebabnya gempa bumi dapat dibedakan menjadi dua yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik.


Gempa Bumi

1. Gempa tektonik
Gempa tektonik terjadi karena adanya pergeseran di dalam lapisan kulit bumi. Gempa ini bisa berskala kecil maupun besar. Gempa yang berskala kecil umumnya hanya berupa getaran-getaran kecil pada daerah sekitar pusat gempa. Sedangkan gempa yang berskala besar berupa getaran atau goncangan besar disertai retaknya atau runtuhnya bangunan di sekitar pusat gempa. Gempa tektonik tidak bisa kita antisipasi terlebih dahulu karena datangnya tiba-tiba, dan tidak ada tanda-tanda khusus sebelum terjadinya. Jika gempa tektonik datang apalagi gempanya berskala besar maka kemungkinan untuk menyelamatkan barang-barang sangat kecil.
2. Gempa vulkanik (gunung berapi)
Gempa vulkanik adalah gempa bumi akibat letusan gunung berapi. Gempa vulkanik terjadi berdekatan dengan gunung berapi dan mempunyai bentuk keretakan memanjang yang sama dengan gempa bumi tektonik. Gempa bumi gunung berapi disebabkan oleh pergerakan magma ke atas dalam gunung berapi, di mana geseran pada batu-batuan menghasilkan gempa bumi. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan Pengukur Richter. Gempa bumi dibagi ke dalam skala dari satu (1) hingga sembilan (9) berdasarkan ukurannya (skala Richter).

Menghadapi Gempa Bumi
Bencana gempa bumi memang tidak bisa ditentukan kapan terjadinya, tapi kita bisa melakukan sesuatu jika gempa bumi itu datang menimpa. Ada beberapa cara untuk menghadapinya yaitu:

Jika kita di dalam ruangan
  1. Jauhi barang-barang yang mudah jatuh, seperti lemari dan lampu gantung
  2. Matikan api kompor jika sedang memasak, serta matikan juga peralatan elektronik lainnya untuk mencegah terjadinya kebakaran.
  3. Hindari pula barang yang mudah pecah, seperti kaca dan jendela.
  4. Berlindunglah di bawah meja atau tempat lain yang terlindung dari kemungkinan runtuhnya barang-barang.
  5. Lindungi kepala dari kemungkinan tertimpa benda-benda yang tidak kita inginkan
Jika kita di luar ruangan
  1. Jauhi pohon-pohon yang tinggi, dan tiang listrik.
  2. Carilah daerah yang terbuka seperti lapangan atau tempat lain yang jauh dari pepohonan dan gedung tinggi.
  3. Lindungi kepala dari kemungkinan tertimpa benda-benda yang tidak kita inginkan
Jika kita sedang dalam kendaraan
  1. Segera hentikan kendaraan di tempat yang terbuka.
  2. Jauhi pepohonan, tiang listrik, papan reklame dan gedung-gedung tinggi.
  3. Jangan berhenti di bawah jembatan, baik jembatan layang maupun jembatanpenyebrangan.
  4. Lindungi kepala dari kemungkinan tertimpa benda-benda yang tidak kita inginkan.
Persiapan untuk keadaan darurat
  1. Menyediakan air minum untuk keperluan darurat. Bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang .
  2. Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya: 
  • Lampu senter berikut baterai cadangannya
  • Air minum
  • Kotak P3K berisi obat penghilang rasa sakit, plester, pembalut dan sebagainya
  • Makanan yang tahan lama seperti biskuit
  • Sejumlah uang tunai
  • Buku tabungan
  • Korek api
  • Lilin
  • Helm
  • Pakaian dalam
  • Barang-barang berharga yang harus dibawa di saat keadaan darurat.
Hal yang terpenting dari semua itu lebih kepada pribadi kita sendiri yaitu jangan panik menghadapi musibah gempa ini. Tetap tenang dan jangan terburu-buru, lakukanlah dengan penuh perhitungan. Jika perlu mengungsi, mengungsilah ke tempat yang sudah ditentukan dan jangan mendekati daerah yang lebih rendah seperti laut, untuk menghindari terjadinya tsunami.

Gunung Meletus
Bagi penduduk yang tinggal di sekitar gunung, terutama gunung berapi, kemungkinan terjadinya gunung meletus selalu ada. Pada umumnya gunung yang akan meletus tidak langsung memuntahkan material yang dikandungnya. Gunung yang akan meletus mempunyai tanda tertentu. Tanda-tanda tersebut antara lain:
  1. Terjadinya gempa yang berulang-ulang
  2. Banyak binatang yang meninggalkan hutan di sekitar gunung
  3. Udara di sekitar gunung menjadi sangat panas
  4. Gunung mengeluarkan debu dan asap secara terus menerus
  5. Gunung mengeluarkan lelehan-lelehan lava pijar maupun lahar dingin
  6. Tercium bau belerang yang sangat menyengat
Gunung Meletus di Jawa

Jika kamu sudah mengetahui bahwa gunung di daerahmu akan meletus maka sebaiknya kamu mengungsi sesuai dengan arahan pemerintah.

Tsunami
Pernahkah kamu menyaksikan dampak tsunami di Aceh tahun 2004 yang lalu? Menyedihkan sekali bukan? Banyak anak yang terpisah dari kedua orang tuanya, atau orang tua yang kehilangan anak dan keluarga lainnya. Tak ada lagi tempat tinggal, harta benda melayang, bahkan ribuan nyawa jadi korban.

Tsunami di Jepang

Gelombang tsunami adalah sebuah ombak yang terjadi setelah adanya gempa di bawah permukaan laut atau suatu longsor di bawah permukaan laut. Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang air laut yang besar dengan ketinggian mencapai 30 meter bahkan lebih di tengah laut.

Hal-hal yang bisa dilakukan jika tsunami terjadi adalah sebagai berikut:
  1. Jika kita sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuatkuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat.
  2. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan.
  3. Jika situasi tidak memungkinkan untuk pergi ke tempat evakuasi, carilah bangunan bertingkat yang bertulang, gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3).
  4. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan bebas dan tidak membawa apa-apa.
Tanah Longsor
Tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi di mana terjadi pergerakan tanah seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Penyebab utama terjadinya longsor adalah hujan lebat pada daerah yang mempunyai lereng curam. Daerah yang tinggi dengan lereng curam serta tidak adanya pepohonan akibat penebangan kayu liar mengakibatkan terjadinya longsor yang menghantam daerah di bawahnya.

Tanah Longsor di Aceh

Peristiwa longsor ini sering tidak disadari oleh masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau pegunungan yang gundul atau kurang memiliki ketahanan tanah yang kuat. Longsor juga banyak disebabkan karena ulah tangan manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan. Longsor juga mengakibatkan banyak korban jiwa yang tidak sedikit.

Hal – hal yang perlu diketahui atau dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor adalah:
  1. Jangan menebang pepohonan tanpa diiringi penanaman kembali
  2. Lakukan penanaman atau penghijauan lahan pada daerah yang gundul
  3. Memahami pentingnya keberadaan pohon-pohon sebagai penahan air hujan
  4. Belajar mencintai dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap segar dan asri

0 Response to "Bencana Alam dan Cara Menanganinya"

Post a Comment