Kisah Nabi Isa as


Nabi  Isa  diutus  oleh  Allah  untuk  berjuang menyiarkan ajaran Allah  dan menyadarkan Bani Israil yang telah melakukan penyimpangan dari ajaran Nabi Musa. Karena itu, ia berseru kepada Bani Israil agar mereka mematuhi perintah dan menjauhi larangan Allah. Nabi Isa berdakwah supaya mereka bertobat, yakni kembali ke jalan yang  benar yang telah dirintis para nabi sebelumnya.



Asal Keturunan Nabi Isa as
Nabi Isa as anak Maryam. Ayah Maryam bernama Imran dan ibunya Hannah. Sejak kecil  Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria as. Menginjak usia dewasa, Maryam selalu mengurung  diri di tempat ibadah. Sama sekali tak pernah berhubungan dengan orang lain.  Kelahiran Nabi Isa tanpa ayah, merupakan ujian yang besar bagi manusia,  apakah  manusia  percaya  atas  kekuasaan  Allah? Ataukah  tidak mempercayai  kekuasaan Allah itu?

Maryam binti Imran bin Matsan adalah seorang wanita yang salih, ia seorang  gadis yang suci. Maryam berarti tidak tercela juga berarti hamba Tuhan. Pada  suatu hari, ketika berada di sebuah mihrab, Maryam didatangi oleh malaikat Jibril  untuk memberinya seorang putra suci. Maryam terkejut karena ia tidak pernah  disentuh oleh seorang laki-laki.  Firman Allah: Artinya: Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Q.S. Maryam/19: 19).



Kelahiran Nabi Isa as
Pada suatu hari Nabi Zakaria as menengok Maryam di tempatnya. Ia terkejut melihat berbagai macam buah-buahan berada di kamarnya. Maryam menjelaskan bahwa itu semua merupakan karunia Allah swt.

Pada suatu hari Maryam kedatangan malaikat yang mengatakan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang nantinya akan menjadi nabi dan rasul. Maryam heran, bagaimana bisa ia seorang gadis belum bersuami akan mempunyai anak, malaikat menjawab, jika Allah swt menghendaki sesuatu cukuplah berkata “kun” (jadilah) maka kehendak-Nya pun jadi.

Apa yang dikatakan malaikat ternyata betul, tak lama Maryam hamil. Ia pun jadi bahan  gunjingan (pembicaraan)  masyarakat  sekitarnya. Ia dianggap telah berbuat serong dengan laki-laki lain. Tuduhan ini merupakan hal yang sangat menyakitkan Maryam. Inilah salah satu ujian yang harus dihadapi dengan iman yang teguh. Maryam mengandung seperti kebanyakan wanita. Usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran. Maryam keluar dari daerah pengasingannya  untuk menyelamatkan  diri  serta  bayi  yang dikandungnya.

Maryam  merasakan  gerak bayi dalam kandungannya. Geraknya semakin lama semakin kuat, karena merasakan sakit Maryam membaringkan diri. Pada saat itulah lahir seorang anak dari rahimnya. Bayi ini diberi nama Isa. Setelah melahirkan, Maryam  merasa lapar dan haus. Ia menggoyang-goyangkan pohon kurma. Maryam lalu memakan buah kurma yang terjatuh, dan minum air sungai yang mengalir dekat pohon kurma tempatnya bersandar. Ia bersyukur kepada Allah swt karena diberi kemudahan ketika melahirkan putranya. Nabi Isa dilahirkan pada tahun 622 sebelum tahun Hijriah. Tempat kelahiran Isa disebut  Baitullaham (Bethlehem), yang  berarti tempat lahir. Kota ini terletak sekitar 9,5  km di selatan Yerusalem. Ketika Nabi Isa lahir, Israil dijajah oleh bangsa Romawi.

Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa dibawa pulang ke kampungnya. Orang kampung berdatangan melihat putra Maryam. Mereka  mencemoohkan Maryam karena melahirkan  bayi tanpa ayah. Mereka menuduh berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik baik. Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, tetapi memberi isyarat kepada bayinya. Tiba-tiba, bayinya menjawab bahwa tuduhan itu tidak benar. Jawaban ini berhasil membungkam mulut mereka melalui firman-Nya: Artinya: Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.” (Q.S. Maryam/19: 30).

Tak  disangka  Isa  yang  masih  bayi  bisa  menjawab  atas  kehendak  Allah, “Aku adalah hamba Allah, akan diturunkan kepadaku Kitab Injil. Allah swt telah memilihku menjadikan seorang nabi, menjadikanku orang yang mendatangkan berkah dan mengajarkan kebaikan, memerintahkan selama hidupku berbuat baik kepada orang tuaku. Aku tidak sombong pada orang lain dan tidak tenggelam dalam  maksiat.  Allah  swt  memberiku keselamatan  pada  hari  lahirku  dan kematianku, dan juga pada hari kebangkitan di hari kiamat.”

Sesuai  ilmu  embriologi,  alat  pendengaran  telah  berkembang  saat  manusia dalam bentuk janin. Begitu pula dengan Nabi Isa indera pendengarannya berfungsi lebih awal, sehingga ia dapat mendengar dan dapat berbicara waktu masih bayi. 

Dakwah Nabi Isa as
Pada  usia  30  tahun  ketika  berada  di Bukit  Zaitun, Nabi  Isa  bersujud  dan bersyukur kepada Allah karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat  Jibril  mendatanginya,  lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya. Nabi Isa menerima wahyu dari Allah berupa kitab Injil yang berisi tentang pembenaran kitab sebelumnya (Taurat) dan nubuat tentang akan turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw. Nabi Isa diutus kepada Bani Israil sebagaimana Nabi Musa.

Nabi Isa berdakwah menyiarkan ajaran Allah, membeberkan kesalahan  para pemuka agama Yahudi, dan menyadarkan mereka tentang penyimpangan mereka dari ajaran Nabi Musa. Nabi  Isa menyeru kepada Bani Israil untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Ia berdakwah supaya mereka bertobat, yakni kembali ke jalan yang benar yang telah  dirintis para nabi sebelumnya. Namun, dakwah Nabi Isa mendapat perlawanan dengan berbagai fitnah dan ejekan serta pengkhianatan. Salah satu pengikut Nabi Isa yang berkhianat adalah Yudas. Ia akan memberontak dan mengepung tempat  persembunyian  Nabi  Isa  bersama murid muridnya.

Dalam keadaan bahaya itu, Allah menyelamatkan Nabi Isa. Nabi Isa tidak disalib dan tidak pula dibunuh, tetapi Allah menyelamatkannya. Menurut banyak mufasir (ahli tafsir), Allah menjadikan wajah Yudas Iskariot mirip dengan wajah Nabi Isa.

Nabi Isa berdakwah di kota-kota di Palestina, termasuk kota kelahirannya, Betlehem. Nabi Isa memiliki beberapa sahabat, murid dan pengikut setia yang disebut al-hawariyyun. Kaum al-hawariyyun meyakini dakwah Nabi Isa, berhati bersih, dan beriktikad baik untuk membela serta membantu perjuangan Nabi Isa. 

Mukjizat Nabi Isa as
Mukjizat adalah kemampuan dan kekuatan supranatural yang diberikan Allah kepada nabi dan rasul sebagai utusan-Nya. Atau dengan kata lain, mukjizat adalah kejadian luar biasa dari Allah yang dialami oleh seorang nabi untuk membuktikan kerasulan-Nya.

Di antara nabi dan rasul yang diberi mukjizat oleh Allah adalah Nabi Isa. Allah swt menurunkan mukjizat kepada Nabi Isa as untuk menguatkan ajarannya berupa:
  1. Ia dapat berbicara pada waktu bayi. 
  2. Ia dapat membuat burung dari tanah liat kemudian menghidupkannya. 
  3. Ia dapat menyembuhkan penglihatan orang buta. 
  4. Ia dapat menyembuhkan orang berpenyakit kusta. 
  5. Ia dapat menghidupkan orang yang sudah mati. 
  6. Ia dapat mengetahui makanan yang telah dimakan orang di rumahnya dan yang disimpan di rumahnya. 
  7. Ia dapat menurunkan makanan dari langit.