Sejarah Kota Mesopotamia


Mesopotamia merupakan daerah atau tanah yang letaknya diantara sungai-sungai. Mesopotamia disebut juga dengan bulan sabit yang subur, karena wilayahnya menyerupai bulan sabit yang daerahnya terletak di lembah sungai Eufrat dan Tigris.

Untuk daerah Mesopotamia ini terletak di utara sungai Eufrat dan Tigris, yang memiliki sumber air kedua sungai itu terdapat sebuah lereng pegunungan Armenia yakni di perbatasan antara Irak dan Rusia. Lumpur endapan bertumpuk-tumpuk pada muaranya dan muncullah dataran rendah baru. Disekitar muaranya terdapat rawa-rawa penuh dengan tumbuhan semak belukar dan dihuni oleh beraneka jenis burung liar. Makin kearah pedalaman alamnya makin mengering.


Banjir-banjir di Mesopotamia tidak dapat diprediksi waktunya seperti pada sungai Nil di Mesir, luapannya datang secara mendadak dengan demikian tidak dapat dibuat perhitungan-perhitungan. Ada delapan bangsa yang pernah bermukim di Mesopotamia yang diantaranya yaitu Bangsa Sumeria, Akkadia, Assyria Babylonia, Cahaldea, babylonia baru, Persia, Guti Karssita dan Medes.

Dalam peradaban Mesopotamia disebut juga sebagai peradaban tinggi karena di Mesopotamia telah mengenal bahasa dan tulisan, dalam tulisan yang dikembangkan menggunakan huruf paku. Tulisan ini dibuat bukan diatas kertas seperti di Mesir (papirus), tetapi dengan jalan menekan tanah liat (soft clay) oleh alat yang sederhana yang disebut dengan a square tipped (ujung bamboo persegi). Di Mesopotamia sendiri berkembang seni bangunan yang disebut dengan Ziggurat( menara bata-bata ).

Bangsa Yang Mediami Mesopotamia
1. Sumeria
Sumeria ini pusat pemerintahannya di UR, kepercayaan dari bangsa Sumeria ini bersifat Polytheisme untuk pemujaanya dipusatkan di kota Nippur. Dalam Kebudayaan bangsa Sumeria memiliki nilai yang begitu tinggi diantaranya: Mengenal tulisan paku, Mengenal sistem penanggalan yang berdasarkan peredaran bulan dan matahari Mengenal sistem hitungan yang didasarkan pada jumlah enam, dapat membuat pakaian, perhiasan, tongkat dan cermin dari tembaga. Dalam mata pencahariannya yaitu bertani, berternak dan berdagang. Peradaban bangsa Sumeria mengalami keruntuhan karena serangan dari bangsa Akkadia yang dipimpin oleh Sargon.

2. Babylonia Lama
Untuk bangsa Babylonia ini masih keturunan Amori yaitu orang semit dari gurun Siria dan Arabia. Mereka ini merupakan bangsa pengembara. 1850 SM bangsa Baylonia mulai mendirikan kerajaannya dan mencapai kebesaran pada masa Raja Hammurabi. Untuk pusat pemerintahannya di Babilon. Dalam kepercayaannya masih bersifat politheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertingginya. Kebudayaan bangsa Babylonia lama antara lain: Menciptakan undang-undang tertulis yang dipahatkan pada tugu batu, mengenal ilmu pengetahuan matematika, mengenal ilmu Astronomi.

Assiria
Bangsa Assiria ini menempati daerah hulu sungai Tigris, ibu kota kerajaan di Niniveh. Pemerintahannya bersifat militer, senang berperang. Bangsa Assiria dibawah pimpinan Assur Nashirpal II melaksanakan ekspansi ke Babylonia lama. Bangsa Assiria mencapai kebesaran pada masa Raja Assurbanipal. Kebudayaan yang dihasilkan Bangsa Assiria antara lain: Mendirikan perpustakan yang bukunya terdiri dari lempengan-lempengan tanah liat yang telah ditulisi, mengenal sistem astronomi, mengenal ilmu Astrologi, mengenal sistem perhitungan tahun ( satu tahun 365 ¼ hari ), dan menyempurnakan tulisan huruf paku.

Babylonia Baru
Bangsa Babylonia baru mencapai kebesaran pada masa pemerintahan Nebukadnezar, wilayahnya meliputi Mesopotamia, Babylonia Arab dan Palestina. Kebudayaan yang dihasikkan: Bangsa Babylonia Baru antara lain: Membangun jembatan, membuat taman-taman bergantung, membuat menara Babylon, dan mengenal ilmu Astronomi

Persia
Kerajaan Persia ibukotanya Persepolis, dibawah pemerintahan Cyrus Persia berhasil mengalahkan Babylonia sehingga meliputi Mesopotamia, Mesir dan Abesinia. Persia mencapai kebesarannya pada masa pemerintahan Darius Agung. Usaha yang dilakukannya antara lain: Melakukan ekspansi ke Yunani tetapi mengalami kegagalan,  membagi wilayahnya dalam satrapi-satrapi, membangun jalan dari Susa hingga Sardes dan menyederhanakan huruf paku.

Palestina
Bangsa Ibrani berasal dari daerah Mesopotamia, mereka mengembara hingga ke Mesir pada masa Ramses I mereka ditindas di Mesir. Akhirnya dibawah pimpinan Nabi Musa mereka dipindah ke daerah Kanaan di Palestina, kemudian mereka membangun kerajaan, raja-raja yang terkenal yaitu: Saul, Daud, Sulaiman (Salomo). Kepercayaan mereka monotheisme yaitu menyembah Tuhan dengan sebutan Yahwe atau Yehowah. Hasil peradaban bangsa Ibrani yang terkenal antara lain kitab Mazmur dan Masjidil Aqsha.

Funisia
Bangsa Funisia menempati pantai timur Laut Tengah mereka hidup sebagai pelaut. Pada masa kejayaannya mereka berhasil mendirikan koloni di Kartago. Hasil kebudayaannya antara lain kepandaian membuat kapal dan gelas. Kepercayaan mereka bersifat polytheisme dengan dewa tertingginya Boal dan Moloch.