Sejarah Restorasi Meiji


Restorasi Meiji dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi Meiji, atau Pembaharuan Meiji adalah serangkaian kejadian yang berpuncak pada pengembalian kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868. Restorasi Meiji memberikan dampak perubahan besar-besaran pada struktur politik dan sosial Jepang, berlanjut hingga zaman Edo atau Akhir Keshogun Tokugawa dan awal zaman Meiji.  Meiji terjadi tahun 1866 sampai 1869.




Penyebab Restorasi Meiji
1. Keterbelakangan Jepang dibandingkan Negara lain
Jepang merasa terbelakang dari negara lain, itu terjadi setelah kedatangan Komandan Amerika Serikat yaitu Matthew C. Perry yang menaiki kapal super besar dan dilengkapi dengan persenjataan dan teknologi yang tinggi dan Jepang jauh ketinggalan dengan kemajuan yang telah dimiliki oleh Amerika Serikat. Sehingga pemimpin Jepang ingin mengembalikan kekuasaan Kaisar dengan melakukan perubahan, yaitu menggabungkan kemajuan Barat dengan nilai tradisional Timur.

2. Aliansi Sat-cho melawan Keshogunan
Pembentukan Aliansi ini dipimpin oleh Domain Satsuma dan Kido Takayoshi yang merupakan awal dari Restorasi Meiji. Mereka mendukung Kaisar Komei ayah Kaisar Meiji. Aliansi ini dicetuskan oleh Sakamoto, dengan tujuan melawan Keshogunan Tokugawa. Pada 3 Februari 1867, Kaisar Meiji naik tahta setelah wafatnya Kaisar Komei pada 30 Januari 1867. Semasa Restorasi Meiji.

3. Berakhirnya keshogunan
Keshogunan secara resmi berakhir pada tanggal 9 November 1867, ketika Tokugawa Yoshinobu menyerahkan kekuasaannya kepada Kaisar. Peristiwa ini merupakan titik awal restorasi kekuasaan kaisar. Tidak lama setelah peristiwa ini, tepatnya bulan Januari 1868 pecah Perang Boshin yang diawali dengan Pertempuran Toba-Fushini. Dalam peristiwa ini, tentara Domain Choshu dan Domain Satsuma mengalahkan tentara mantan keshogunan karna kekalahan ini Kaisar Meiji mencopot semua kekuasaan yang dimiliki Yoshinobu, dan restorasi resmi dimulai 3 Januari 1869, Kaisar mengeluarkan deklarasi formal tentang pengembalian kekuasaan ketangannya. Maka  semua penyebutan ‘’Taikun’’ dalam perjanjian-perjanjian diganti dengan perkataan kaisar.

Sejumlah petinggi keshogunan melarikan diri ke Hokkaido dan mendirikan Negara yang bernama Republik Ezo. Namun tentara yang setia kepada Kaisar mengakhiri upaya tersebut dengan pertempuran Hokodate, kekalahan keshogunan menandai ketamatannya dan pemulihan sepenuhnya kekuasaan di tangan kaisar.

Keadaan Jepang Pada Saat Restorasi
Pada abad ke 19 Jepang mengalami kelebihan penduduk sehingga Jepang terisolir dari dunia luar selama 265 tahun. Pada saat itu sektor pertanian Jepang hanya memproduksi bahan pangan yang hanya cukup untuk dikonsumsi penduduknya saat itu dan tidak ada penyimpanan bahan pangan untuk mengantisipasi masa-masa paceklik. Berakhirnya Keshogunan Tougawa dan mulainya Restorasi Meiji memberikan peluang untuk  Jepang melakukan medernisasi  ekonomi yang mengakibatkan dampak sebagai berikut:
1 Terjadinya pembukaan  ekonomi Jepang ke dunia Internasional
2. Pengangguran petani dan harus kehilangan lahan
3.Para petani banyak yang berpindah kekota-kota
4.Dilakukannya emigrasi untuk mengurangi keteganggan sosial

Pada tahun 1870 terjadi pertentangan antara paham baru dengan paham lama yang melukiskan awal zaman Meiji. Restorasi Meiji mendanai industrialisai di Jepang demi kebangkitan Jepang untuk membentuk kekutan militer. Restorasi Meiji di Jepang berjalan sangat cepat dan efisien karana pada abad 19 jepang sudah berhasil menjadi kekuatan militer dengan angkatan laut yang sangat tangguh sehingga dapat mengalahkan secara mutlak armada raksasa Rusia di Selat Tsushima dan menyapu bersih kepulauan Sachalin.

Pada tahun  1871, semua daimyo dipanggil untuk menghadp Kaisar dan menerima perintah pengembalian semua domin kepada kaisar dan sekitar 300 domain diubah menjadi prefektu dan dipimpin oleh gubernur yang ditunjuk oleh Negara. Bagi mantan daimyo pemerintah memberi  1/10 dari pendapatan bekas wilayah mereka.

Pada tahun 1880, atas perjanjian Jepang dengan beberapa negara asing. Pemerintah Jepang mulai membarikan insentif bagi penduduk yang beremigrasi ke negara-negara tersebut. Arus emigrasi rakyat  Jepang adalah ke negara Brazil dan Amerika Serikat.

Pada awal abad ke 20, Jepang mengalami demokraso Taisho yang membangkitkan ekspansionisme dan militerisme Jepang. Pada saat Perang Dunia 1, Jepang berada di pihak sekutu yang menang. Sehingga Jepang dapat memperluas wilayahnya. Jepang terus menjalankan politik untuk memperluas wilayahnaya dengan mendududki Manchuria pada tahun 1931. Pada tahun 1933 Jepang keluar dari Liga Bangsa-Bangsa dengan menandatangani Pakta Anti-Komintmen dengan nazi Jerman pada tahun 1936. Pada tahun 1937, invasi Jepang ke Manchuria memicu Perang Sino-Jepang Kedua yang membuat Jepang di embargo minyak oleh Amerika Serikat di Pear Harbor.

Pada tahun 1941, Jepang bergabung dengan Jerman dan membentuk Poros. Pada bulan Desember Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika serikat di Pearl Harbor sehingga menyeret Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Setelah kampanye militer di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah yang dimilikinya pada saat perang. Amerika melakukan pengeboman strategis di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, Nagasaki dan Hiroshima, sehingga 15 Agustus 1945  Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Selain dari terjadinya perperangan antara Jepang dengan negara lain. Restori Meiji juga membangkitkan para aktor untuk memperjuangkan reformasi yang cerdas serta berdedikasi tinggi. Titik berat dari Restorasi adalah di  bidang Pendidikan. Banyak pemuda Jepang dikirim ke luar negeri dan Jepang banyak mengambil sistem Jerman dalam segala proses kehidupannya.

Konstitusi Meiji (1889-1947)
Konstitusi Meiji dibuat pada tahun 11 Februari 1889, tetapi berlaku  pada 29 November 1890. Konstitusi Meiji adalah undang-undang Kekaisaran Jepang yang diberlakukan sebagai bagian dari Restorasi Meiji. Undang-undang dasar ini mengizinkan adanya sebuah monarki kontsational yang mencontoh model dari Prusia. Sehingga Kaisar Jepang ditempatkan sebagai penguasa aktif dan mempunyai kekeasaan politik yang besar, tetapi membaginya dengan melantik parlemen.

Berlakunya Restorasi Meiji telah mengembalikan kekuasaan kepada kaisar setelah lebih dari seribu tahun, Jepang mengalami periode reformasi politik dan sosial serta proses westernisasi yang bertujuan untuk mengangkat Jepang agar dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia Barat.

Konstitusi Meiji menetapkan batasan yang jelas antara kekuasaan badan eksekutif dan kekuasaan mutlak Kaisar dan juga menciptakan pengadilan Independen. Namun terdapat ambiguitas pada kata-kata dalam naskah dan keterangan yang saling berlawanan. Para pemimpin pemerintah dan partai politik berpendapat bahwa Konstitusi Meiji  mendukung tindakan oteriter atau pemerintah liberal-demokrasi. Perselisihan itulah yang kemudian mendominasi pemerintahan Kekaisaran Jepang.

Konstitusi Meiji digantikan dengan Konstitusi Jepang pada tahun 1947 setelah kekalahannya pada Perang Dunia II, dan mencoba menggantikan sistem kekaisaran dengan sejenis demokrasi liberal ala barat dan inilah yang menandai berakhirnya Konstitusi Meiji.

Akibat Restorasi Meiji Bagi Jepang
  1. Dibidang kebudayaan, Jepang mendapat pengaruh dari kebudayaan barat seperti gaya lukisan ukiyo-e
  2. Dibidang Ekonomi, dibukanya perdagangan dengan luar negeri dan menjadi negara industry maju.
  3. Politik dan sosial adalah; Ditanamkanya pemikiran-pemikiran baru di Jepang seiring dengan perkembangan sosialisme dan proletarianisme. Dibentuknya parlemen. Domain diubah menjadi prefektur. Jepang memiliki administrasi yang sangat rapi.
  4. Bidang Pendidikan: Meningkatkan keinginan masyarakat Jepang untuk mencari ilmu sehingga memiliki pengetahuan yang tinggi serta berkompetensi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Terwujudnya sosial order. Ditanamkanya investasi untuk kemajuaan pendidikan. Jepang  mulai menerbitkan berbagai macam buku seperti: ilmu pengetahuan, sastra, dan filsafat.

0 Response to "Sejarah Restorasi Meiji"

Post a Comment